Pola Asuh Permisif Pada Anak

Dalam mendidik anak memeiliki beberapa macam jenis pola asuh yang bisa digunakan untuk mendidik. Pola asuh terdiri dari tiga jenis, yaitu pola asuh permisif, pola asuh autoritatif dan pola asuh otoriter. Memilih pola asuh untuk anak memang keputusannya berada di tangan para orang tua nya sendiri. Sebelum menentukan pola asuh untuk mendidik anak sebaiknya anda mengetahui kekurangan dari semua jenis pola asuh yang ada.

Dari jenis pola asuh autoratif dan pola asuh otoriter ini, tidak sedikit para orang tua yang memilih menggunakan pola asuh permisif ini untuk memebesarkan anak mereka. Berbagai macam alasan yang menjadi pertimbangan memilih pola asuh permisisf ini ialah mereka ingin memberikan kebebasan kepada anak mereka. Lalu apasih dampak yang terjadi atau kekurangan dari pola asuh permisisf ini? Berikut beberapa dampak negatif dari jenis pola asuh permisif ini:

  1. Anak akan menjadi manja dan anak kurang bisa mengendalikan diri

Memilih pola asuh permisif ini memang dapat membuat hubungan antara orang tua dan anak memiliki hubungan kehangatan yang baik namun kurang mendapatkan kontrol dari orang tua. Pola asuh permisif ini orang tua akan memiliki sikap cenderung lunak, sikap inilah yang dapat membuat anak menjadi manja, mudah menyerah, tidak disiplin dan menjadi egois.

Bukan hanya itu saja dampak dari pola asuh permisif dapat membuat anak menjadi kurang percaya diri dan kurang dapat mengendalikan diri. Dibalik dari pola asuh permisif ini ternyata memiliki dampak positif untuk mengembangkan kecerdasan dan seni imajinasi anak. Karena imajinasi anak akan berkembang dengan baik bila orang tua tidak membatasi.

  1. Anak kurang bertanggung jawab

Anak yang dibesarkan dengan menggunakan pola asuh permisif ini memiliki risiko menjadi anak yang kurang dapat mengontrol diri. Anak juga terkadang tidak dapat bertanggung jawab dari perbuatan yang dia lakukan. Hal seperti ini terjadi karena pola asuh permisif tidak menyertai dengan batasan yang jelas dari orang tua, karena orang tua biasanya hanya menerima dan mengikuti apapun keinginan anak.

  1. Anak menjadi suka memberontak

Jenis pola asuh permisif ini memberikan kebebasan anak untuk menyatakan dorongan dan mengatakan keinginanya. Pola asuh permisif ini tidak membatasi yang diinginkan anak. Karena orang tua akan mengikuti apapun yang diinginkan anak sehingga anak tidak memiliki keteraturan serta kemampuan untuk meregulasi diri.

Bukan hanya itu saja orang tua juga minim memberikan tuntunan dari perilaku anak. Bila anak melakukan kesalahan orang tua biasanya juga tidak memberikan hukuman ke anak. Maka dari itu dengan menggunakan pola asuh permisif ini akan berakibat anak menjadi suka memberontak, anak suka mendominasi dan anak menjadi tidak jelas arah hidup nya.