Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0-2 Tahun

Hai Bunda, tahukah kalian bagaimana perkembangan motorik anak Anda? Perkembangan motorik anak penting sekali untuk pertumbuhan buah hati, maka dari itu para ibu harus mengetahui tahap-tahap perkembangan motorik anak.

Motorik anak dibagi menjadi dua, ada motorik harus dan motorik kasar. Keduanya sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Kali ini, kita akan membahas motorik kasar maupun halus, tetapi dalam artikel ini saya akan membahas menjadi dua bagian. Untuk artikel bagian pertama saya akan membahas sistem motorik kasar pada bayi 0 sampai 2 tahun.

Pada usia di atas bulan pertama, bayi akan cenderung menggerakkan tangan dan kakinya. Dari situlah sang bayi akan berusaha menggerakkan anggota tubuh. Dari situ kita akan melihat bagaimana sang bayi tersebut memiliki sistem gerak tubuh sesuai dengan apa yang diinginkan oleh sang bayi.

Bunda bisa menstimulus motorik sang bayi dengan cara mengalihkan perhatian kepada bunda, dengan cara mengajaknya berkomunikasi atau bunda bisa memperlihatkan sesuatu benda atau mainan di hadapannya. Interaksi antara bunda dan sang bayi akan saling terikat pada usia.

Ada usia bulan kedua, bunda bisa menstimulus motorik sang bayi dengan bunyi-bunyian, karena pada saat itu sang bayi mulai bisa menangkap bunyi. Selain itu, bayi pada usia 2 bulan sudah mampu menggenggam.

Dari situ bunda bisa memberikannya main yang sekiranya dapat digenggam oleh sang bayi. Selanjutnya, sang bayi bisa distimulus dengan cara menengkurapkannya di pangkuan bunda. Posisi ini sangat baik untuk perkembangan otot sang bayi, untuk mengangkat kepalanya.

Tetapi ada catatan yang harus digarisbawahi, jika sangat bayi dalam posisi tengkurap, maka bunda tidak perlu memaksakannya untuk tengkurap.

Memasuki usia 3 bulan, bunda bisa melakukan stimulasi dengan memberikan mainan untuk ia genggam. Lalu bunda juga bisa menggerak-gerakkan kakinya, agar otot kaki bisa lebih kuat, sehingga dapat memperlancar perkembangan motorik selanjutnya.

Dari tahap ke tahap akan memudahkan perkembangan sistem motorik, jika bunda melatihnya dengan benar dan rajin. Tentunya dengan koridor aturan yang berbeda-beda setiap tahapan. Kemudian, memasuki usia 4 – 6 bulan, bayi secara alamiah mampu memiringkan tubuhnya. Dengan demikian, bunda bisa menstimulus motorik sang bayi untuk mendukung pertumbuhan dengan cara meletakkan mainan atau benda yang aman di samping kanan atau kiri.

Dengan cara seperti itu, bayi akan terpadu untuk memiringkan badanya, sehingga dalam proses berikutnya akan lebih cepat. Selain itu, cara ini juga dapat melatih ototnya untuk belajar duduk.

Memasuki usia 5 bulan, biasanya bayi sudah mampu merespons kehadiran bunda. Bayi akan mengoceh riang ketika bunda bisa memuat si bayi merasa nyaman dan tertawa. Rangsangan dengan cara untuk memperlihatkannya akan sangat baik, supaya si bayi memiliki antusias untuk meraihnya.